Puisi Prosa; Bayang Luka di Gaza
Bumi yang dulu hijau memerah seketika, Darah mengalir deras membasahi jalanan kota, Bocah-bocah kecil menangis di antara reruntuhan, Kehilangan ayah ibu juga rumah tempat bernaung, Derita Palestina tiada berteudahan, Jeritan hati membahana ke penjuru langit.
Mereka yang berkuasa datang dengan senjata baja, Mengusir paksa warga dari tanah leluhurnya, Membangun tembok tinggi memisahkan keluarga, Merampas hak hidup dan martabat manusia, Keadilan seolah sirna entah ke mana, Harapan kedamaian pupus oleh peluru panas.
Di tengah kegelapan masih ada secercah cahaya, Semangat perlawanan tak pernah padam menyala, Para pejuang muda berdiri tegak membela, Menghadapi penindasan dengan dada terbuka, Menjaga kehormatan tanah suci al-Aqsha, Meski nyawa menjadi taruhan dalam perjuangan.
Dunia menyaksikan dengan hati yang teriris, Aksi solidaritas menggema di setiap penjuru bumi, Menyerukan pembebasan bagi Palestina yang menderita, Mendesak untuk bertindak dengan nyata, Menjatuhkan sanksi bagi penjajah yang zolim, Agar perdamaian abadi dapat segera terwujud.
Jangan pernah lupakan Palestina di setiap doa, Bantu dengan segala upaya yang kita bisa berikan, Boikot produk pendukung agresi yang durjana, Sebarkan kebenaran lawan propaganda media, Tunjukkan kepedulian sebagai sesama manusia, Hentikan genosida dan kembalikan hak mereka.
Kita yakin suatu hari nanti akan tiba masa, Palestina merdeka dari belenggu penjajahan, Bendera berkibar tinggi di angkasa raya, Rakyat bersatu padu membangun kembali negerinya, Bocah-bocah tertawa riang tanpa rasa takut, Hidup dalam kedamaian dan kemakmuran abadi.
Mimpi itu tak akan sirna dari benak kita, Semoga Allah kabulkan doa dan harapan hamba, Palestina akan bebas merdeka sentosa selamanya.
Oleh : Redaksi Shinzen News