Tiongkok mungkin meningkatkan ekspor bahan bakar ke Asia seiring diperketatnya sanksi Uni Eropa.
Tiongkok Berpotensi Genjot Ekspor Bahan Bakar ke Asia di Tengah Pengetatan Sanksi Energi Uni Eropa
SINGAPURA (20/08/2022) — Tiongkok diproyeksikan akan meningkatkan volume ekspor bahan bakar minyak (BBM) olahan ke kawasan Asia pada pertengahan Agustus 2022 guna mengisi kekosongan pasokan akibat pengetatan sanksi Uni Eropa terhadap komoditas energi Rusia. Sebagaimana dirilis oleh S&P Global Commodity Insights dan disadur dari laporan Reuters, pengalihan arus perdagangan energi ini dilakukan kilang-kilang Tiongkok dengan mengolah pasokan minyak mentah berharga diskon dari Rusia menjadi produk olahan siap ekspor, guna meraih keuntungan dari tingginya marjin kilang di pasar regional.
Perubahan peta perdagangan energi global semakin terasa pascapemberlakuan paket sanksi bertahap oleh Uni Eropa terhadap impor minyak mentah dan produk olahan asal Rusia. Kebijakan embargo tersebut memaksa pembeli di kawasan Eropa beralih mencari pasokan alternatif dari kawasan Timur Tengah dan Asia, yang pada akhirnya memicu lonjakan harga serta memperlebar marjin kilang (refining margins) di tingkat regional.
Situasi ini memberikan keuntungan strategis bagi kilang-kilang di Tiongkok. Dikutip dari laporan pasar yang dirilis oleh Bloomberg, kilang independen maupun milik negara di Tiongkok meningkatkan kapasitas pengolahan mereka berkat melimpahnya pasokan minyak mentah diskon dari Rusia. Hasil olahan tersebut menghasilkan surplus komoditas BBM seperti solar (diesel), bensin, dan bahan bakar penerbangan (jet fuel) yang siap dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri.
Kendati demikian, besarnya realisasi ekspor BBM Tiongkok ke Asia pada paruh kedua tahun 2022 sangat bergantung pada restu pemerintah pusat di Beijing melalui penerbitan kuota ekspor tambahan. Sebagaimana disadur dari analisis Reuters, para pelaku industri mengantisipasi bahwa jika kuota baru diterbitkan pada kuartal ketiga, tambahan pasokan dari Tiongkok tidak hanya akan memperkuat posisi tawar negara tersebut di pasar regional, tetapi juga berpotensi meredakan ketegangan pasokan BBM di negara-negara berkembang Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Daftar Pustaka
Bloomberg. (2022, 19 Agustus). China’s fuel exports poised for rebound as global refining margins surge. Bloomberg News. https://www.bloomberg.com/
Reuters. (2022, 18 Agustus). China’s refined fuel exports set to rise as European sanctions alter global trade flows. Reuters. https://www.reuters.com/
S&P Global Commodity Insights. (2022, 22 Agustus). Asian refined product markets brace for potential surge in Chinese fuel quotas. S&P Global. https://www.spglobal.com/commodityinsights/

