Kebakaran Padang Rumput Mongolia Meluas Hingga Perbatasan, China Kerahkan Ribuan Petugas Pemadam
Otoritas penanggulangan bencana China mengonfirmasi berhasil mengendalikan dan memblokir ancaman kebakaran padang rumput (grassland wildfire) hebat yang membentang sepanjang 330 kilometer di wilayah perbatasan China-Mongolia. Operasi pemadaman dan pencegahan sengit ini berlangsung selama tujuh hari enam malam setelah api pertama kali terdeteksi berkobar di wilayah Mongolia.
Berdasarkan laporan media China Daily dan ECNS, kebakaran berawal pada Kamis (9/10/2026) sekitar pukul 13.00 waktu setempat di wilayah Mongolia yang berbatasan langsung dengan Panji Ujimqin Timur (East Ujimqin Banner), Liga Xilingol. Angin kencang dan kondisi vegetasi rumput yang kering memicu kobaran api cepat membesar dan bergerak mendekati garis batas wilayah Otonom Mongolia Dalam, China, yang melingkupi kawasan Xilingol, Hinggan, hingga Hulunbuir.
Beijing | Kebakaran padang rumput hebat yang berkobar di wilayah Mongolia mengancam area perbatasan utara China. Menyikapi kobaran api yang kian mendekat, pemerintah China merespons cepat dengan mengerahkan lebih dari 2.000 petugas pemadam kebakaran dan personel tanggap darurat di sepanjang garis perbatasan pada Senin (12/10/2026). Api pertama kali terdeteksi berkobar di Mongolia sejak Jumat (9/10/2026). Dalam beberapa hari, angin kencang dan suhu kering menyebabkan api melahap sekitar 5.400 hektare lahan padang rumput dan bergerak menuju wilayah otonom Mongolia Dalam, China, khususnya di kawasan Xilingol dan Hinggan.
Menghadapi ancaman kebakaran lintas batas yang membahayakan permukiman dan area peternakan, Pemerintah China merespons dengan menerjunkan strategi pertahanan berlapis. Pasukan Pemadam Kebakaran Mobil Mongolia Dalam bersama Pasukan Tanggap Darurat China mengerahkan lebih dari 3.400 personel gabungan pemadam kebakaran profesional dan penyelamat. Seluruh garis pertahanan perbatasan sepanjang 330 kilometer tersebut langsung dibagi menjadi lima zona penanganan utama. Setiap zona menerapkan sistem tanggung jawab bertahap untuk memastikan tidak ada celah pergerakan api yang lolos dari pengawasan petugas di lapangan.
Dalam proses memadamkan dan menghentikan laju si jago merah, para petugas alat berat bekerja tanpa henti membuat jalur sekat bakar tambahan dengan mengeruk tanah padang rumput guna memutus ketersediaan bahan bakar vegetasi kering. Di saat yang sama, tim pemadam bergerak langsung ke titik rawan mengenakan alat pemadam tiup bertekanan tinggi, kendaraan komando darat, serta armada penyemprot air taktis. Petugas harus melakukan patroli menyusuri medan pegunungan dan padang rumput yang sulit di tengah kepungan asap tebal serta suhu cuaca ekstrem.
Selain pengerahan pasukan di darat, penanganan bencana ini juga disokong oleh teknologi modern dan kerja sama lintas negara. Pemerintah China dan pihak Mongolia mengaktifkan mekanisme konsultasi darurat bersama demi menyelaraskan langkah penanggulangan di kedua sisi perbatasan. Pada saat bersamaan, tim pemantau memanfaatkan analisis pencitraan satelit cuaca secara real-time untuk melacak persebaran titik panas serta memprediksi arah pergerakan angin secara dinamis dari waktu ke waktu.
Berkat respons cepat dan aksi penghadangan yang masif dari seluruh tim darurat, garis batas wilayah China akhirnya berhasil dipertahankan secara utuh tanpa ada intrusi api yang masuk meluas ke kawasan permukiman maupun peternakan warga. Seluruh kobaran api utama di sepanjang garis perbatasan kini telah berhasil dipadamkan sepenuhnya tanpa menimbulkan laporan korban jiwa. Meski situasi telah terkendali, ribuan petugas pemadam masih tetap disiagakan di berbagai titik rawan untuk mengawasi potensi penyalaan api kembali akibat terpaan angin kencang.