Dua Pesawat Tempur Rafale Prancis Pamerkan Kemampuan di Indonesia
Dua pesawat tempur Dassault Rafale milik Angkatan Udara Prancis melakukan demonstrasi penerbangan di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada 24–26 Maret 2015. Kegiatan ini merupakan bagian dari promosi teknologi pesawat tempur Prancis kepada pemerintah Indonesia, sekaligus memperkenalkan Rafale sebagai salah satu calon pengganti pesawat F-5E/F Tiger II milik TNI Angkatan Udara.
Jakarta | Dua pesawat tempur Dassault Rafale buatan Prancis memperagakan kemampuan manuver dan performa penerbangannya di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Rabu (25/3/2015). Demonstrasi tersebut dilakukan oleh pilot Angkatan Udara Prancis di hadapan sejumlah pejabat TNI dan wartawan untuk memperkenalkan kemampuan pesawat Rafale, yang ditawarkan sebagai salah satu kandidat pengganti armada F-5E/F Tiger II milik TNI AU, pada 24–26 Maret 2015.
Dua pesawat tempur Rafale buatan perusahaan Dassault Aviation tiba di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma setelah mengikuti pameran kedirgantaraan Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) 2015 di Malaysia. Kehadiran pesawat tersebut merupakan bagian dari upaya Prancis memperkenalkan teknologi penerbangan militernya kepada Indonesia.
Pada Rabu, 25 Maret 2015, pilot Angkatan Udara Prancis, Kapten Benoit Planche, menerbangkan Rafale C dalam demonstrasi udara. Meskipun cuaca hujan, pesawat tersebut tetap memperagakan sejumlah manuver untuk menunjukkan kelincahan dan kemampuan terbangnya. Sementara itu, Kapten Sebastian Dupont menerbangkan Rafale B bersama Marsekal Pertama TNI Fahru Zaini Isnanto dalam penerbangan tandem.
Rafale merupakan pesawat tempur multirole generasi 4,5 yang dirancang untuk menjalankan berbagai misi, termasuk pertempuran udara dan serangan terhadap sasaran di darat maupun laut. Pesawat ini memiliki dua mesin jet, sayap berbentuk delta, serta sayap kecil di bagian depan yang disebut canard. Berdasarkan laporan berita pada saat itu, Rafale mampu mencapai kecepatan sekitar 1.900 kilometer per jam.
Demonstrasi tersebut berlangsung ketika Indonesia sedang mempertimbangkan pengganti pesawat F-5E/F Tiger II yang telah lama digunakan oleh TNI AU. Selain Rafale, sejumlah pesawat lain juga menjadi kandidat, antara lain Sukhoi Su-35 dari Rusia, F-16 dari Amerika Serikat, JAS 39 Gripen dari Swedia, dan Eurofighter Typhoon dari konsorsium Eropa.
Meskipun Rafale diperkenalkan sebagai calon pesawat tempur Indonesia, keputusan mengenai pengadaan pesawat pengganti F-5 tetap berada di tangan Kementerian Pertahanan. Demonstrasi penerbangan tersebut tidak berarti Indonesia telah memutuskan untuk membeli Rafale.
- ANTARA News, “Dua Rafale Prancis Pamer Terbang di Halim Besok”, 24 Maret 2015.
https://www.antaranews.com/berita/487025/dua-rafale-prancis-pamer-terbang-di-halim-besok - ANTARA News, “Rafale Unjuk Kebolehan di Jakarta”, 25 Maret 2015.
https://www.antaranews.com/berita/487294/ - Tempo.co, “Rafale Datang, Pengganti F-5 Tetap di Tangan Kemhan”, 25 Maret 2015.
https://www.kemhan.go.id/itjen/2015/03/25/rafale-datang-pengganti-f5-tetap-di-tangan-kemhan.html