Perpaduan Tradisi dan Teknologi Modern: Kaisar Jepang Resmi Buka Asian Games Aichi-Nagoya 2026
🅢Shinzen News | Jepang -Kaisar Jepang Naruhito bersama para petinggi olahraga internasional secara resmi membuka perhelatan akbar Asian Games 2026 di Stadion Paloma Mizuho, Aichi-Nagoya, Jepang, pada Sabtu (19/09/2026) malam, melalui upacara pembukaan spektakuler yang mengusung tema “Harmonic Heart Beat” dengan memadukan kebudayaan tradisional dan inovasi futuristik
Kemeriahan malam pembukaan Asian Games ke-20 ini ditandai dengan pernyataan resmi pembukaan oleh Kaisar Naruhito di hadapan puluhan ribu penonton dan delegasi dari 45 negara peserta. Sebagaimana dilaporkan Kyodo NewsJepang, Kehadiran keluarga kekaisaran termasuk Permaisuri Masako serta Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) turut memberikan khidmat tersendiri pada awal dimulainya pesta olahraga terbesar se-Asia yang kembali singgah di Jepang setelah penantian selama 32 tahun terakhir.
NHK juga menyoroti tata panggung artistik yang dirancang oleh sutradara kenamaan Yukihiko Tsutsumi dengan mengusung tema utama “Harmonic Heart Beat”. Acara dibuka secara memukau melalui petikan biola solo dari musisi terkemuka Taro Hakase di atas panggung berbentuk hati, yang kemudian disusul oleh tarian kolosal dari ratusan warga lokal untuk menyambut kedatangan para atlet dari berbagai penjuru benua.
Segmen budaya dalam acara tersebut menampilkan berbagai identitas lokal wilayah Aichi-Nagoya. Mulai dari replika balon raksasa Kastil Nagoya, aksi teaterikal tarian singa tradisional oleh para aktor kabuki yang melayang di udara, hingga pameran inovasi industri otomotif futuristik yang digerakkan oleh teknologi robotik dan kendaraan ramah lingkungan Toyota, sebagaimana dirilis Channel NewsAsia, dalam liputannya menambahkan.
Disorot Antara News, antusiasme kontingen Indonesia yang turut berbaris rapi bersama ribuan atlet lainnya dalam parade defile kontingen. Kehadiran para atlet dari berbagai negara ini mencerminkan semangat solidaritas global, termasuk momen bersejarah tatkala Tim Pengungsi OCA (OCA Refugee Team) untuk pertama kalinya ikut serta dalam barisan defile upacara pembukaan ajang multievent tersebut.
Puncak acara pembukaan ditutup dengan momen paling emosional saat prosesi penyalaan kawah api kaldu utama (cauldron). Peraih medali emas Olimpiade cabang lempar hammer asal Jepang, Koji Murofushi, bersama sang ayah yang juga legenda atletik Shigenobu Murofushi, dipercaya untuk menyalakan api utama secara bersama-sama. Rangkaian seremonial ini menandai resmi dimulainya kompetisi olahraga selama 16 hari ke depan di mana ribuan atlet akan saling berjuang memperebutkan medali di Prefektur Aichi dan kota-kota penyelenggara lainnya.🅢