Pemerintah Finalisasi Opsi Penyesuaian Harga BBM
Pembengkakan Subsidi APBN Capai Rp502 Triliun, Pemerintah Finalisasi Opsi Penyesuaian Harga BBM
Jakarta – Pemerintah bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Keuangan, serta PT Pertamina (Persero) terus mematangkan skenario penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis Pertalite (RON 90) dan Solar. Langkah ini diambil guna merespons lonjakan harga minyak mentah dunia serta membebankannya anggaran subsidi dan kompensasi energi dalam APBN 2022 yang telah membengkak hingga Rp502,4 triliun.
Hingga Minggu (28/8/2022), harga eceran Pertalite di tingkat SPBU masih dipertahankan pada angka Rp7.650 per liter, sementara Solar bersubsidi berada di kisaran Rp5.150 per liter. Namun, angka tersebut dinilai jauh di bawah harga keekonomian riil, di mana harga keekonomian Pertalite diperkirakan mencapai Rp14.450 per liter.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri ESDM Arifin Tasrif sebelumnya mengisyaratkan bahwa alokasi anggaran subsidi energi yang melambung tinggi perlu dikendalikan agar tidak mengganggu stabilitas fiskal nasional.
Beberapa poin utama yang sedang difinalisasi oleh pemerintah meliputi:
- Penyesuaian Harga Eceran: Menghitung besaran kenaikan bertahap yang ideal agar tidak memicu lonjakan inflasi (inflationary shock) secara drastis.
- Penyaluran Tepat Sasaran: Pembatasan kriteria kendaraan yang berhak mengonsumsi Pertalite dan Solar melalui pendaftaran digital MyPertamina.
- Bantalan Sosial (Social Safety Net): Menyiapkan alokasi bantuan sosial tambahan (BLT BBM dan Bantuan Subsidised Upah) untuk menjaga daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah sebelum penyesuaian resmi diberlakukan.
Dinamika isu ini memicu berbagai reaksi publik dan antisipasi dari pelaku industri transportasi, logistik, serta UMKM di berbagai daerah. Para pengamat ekonomi menyarankan agar pemerintah memastikan penyaluran dana kompensasi sosial dapat langsung menyasar kelompok rentan guna meminimalisasi dampak kenaikan harga barang kebutuhan pokok.
Pemerintah diproyeksikan bakal mengumumkan keputusan final terkait harga baru BBM bersubsidi dalam beberapa hari ke depan sebelum memasuki awal September 2022.