Lapas Bukittinggi Perketat Keamanan, WBP Diajak Steril dari Barang Terlarang
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi terus menggalakkan langkah preventif demi menjaga ketertiban internal melalui kegiatan sosialisasi penertiban barang-barang terlarang di area kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pengarahan langsung yang disampaikan oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Abdul Silaban, S.H., bersama Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Andri Noverman ini bertujuan memperkuat kedisiplinan serta mewujudkan lingkungan lapas yang bersih dari praktik HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba), Kamis (01/10/26).
Bukittinggi| Jajaran pimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bukittinggi turun langsung menemui para warga binaan untuk memberikan pengarahan terkait pentingnya menjaga stabilitas keamanan serta kebersihan di dalam area hunian. Pertemuan tatap muka tersebut menjadi momentum edukasi bagi seluruh penghuni agar secara sukarela menyerahkan atau membersihkan barang-barang yang tidak sesuai dengan standar ketentuan lapas.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), Abdul Silaban, S.H., menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi merupakan syarat mutlak demi terwujudnya suasana yang aman dan kondusif. Menurutnya, keberadaan benda-benda terlarang di dalam sel bukan hanya melanggar tata tertib, melainkan juga berpotensi memicu gangguan keamanan yang dapat merugikan seluruh warga binaan itu sendiri.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), Andri Noverman, menyampaikan bahwa terciptanya lingkungan yang tertib akan berdampak positif pada keberlanjutan program pembinaan. Pihaknya berharap para warga binaan dapat kooperatif dan menyadari bahwa kedisiplinan diri adalah kunci utama agar proses pembinaan, pelatihan keterampilan, maupun bimbingan mental dapat berjalan dengan optimal tanpa hambatan.
Melalui agenda sosialisasi yang digelar secara berkala ini, Lapas Bukittinggi membuktikan komitmen transparansi dan ketegasannya dalam memberantas peredaran barang ilegal. Pihak manajemen lapas memastikan akan terus memperketat pengawasan di setiap lini demi mewujudkan institusi pemasyarakatan yang berintegritas, profesional, serta sepenuhnya bebas dari ancaman handphone ilegal, pungutan liar, maupun narkotika.